Makassar — Gerakan Pelajar Hidayatullah (GPH) resmi menetapkan pasangan Maftuh Ahman dan Muhammad Fakhri Al Baraq sebagai Ketua dan Wakil Ketua Masa Amanah 2026–2027 melalui rangkaian proses demokrasi dan syuro yang berlangsung tertib dan penuh khidmat pada 2 April 2026 di lingkungan Pondok Pesantren Hidayatullah Makassar.
Penetapan ini merupakan hasil akhir dari seluruh tahapan pemilihan kepemimpinan GPH yang melibatkan partisipasi aktif santri dan asatidz. Rangkaian kegiatan meliputi debat kandidat, pemungutan suara, hingga musyawarah (syuro) sebagai bagian dari penguatan nilai kepemimpinan di lingkungan pesantren.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya pembinaan kaderisasi kepemimpinan santri, guna melahirkan pemimpin yang tidak hanya unggul secara gagasan, tetapi juga memiliki integritas dan tanggung jawab dalam mengemban amanah.
Dalam sesi debat kandidat, masing-masing pasangan calon memaparkan visi, misi, serta program unggulan yang menjadi arah kepemimpinan ke depan. Debat berlangsung dinamis dengan berbagai sesi, mulai dari pemaparan, tanya jawab moderator, hingga interaksi antar pasangan calon dan audiens.
Ketua panitia, Ust. Zaki Mubarak, S.H., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar ajang pemilihan,u tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter bagi santri.
“Kami berharap proses ini tidak hanya melahirkan pemimpin baru, tetapi juga menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan semangat kebersamaan di kalangan santri,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua terpilih Maftuh Ahman menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah dengan penuh kesungguhan.
“Amanah ini bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab besar yang harus kami jalankan dengan maksimal. Kami mengajak seluruh santri untuk bersama-sama membangun GPH yang lebih baik,” ungkapnya.
Wakil Ketua terpilih Muhammad Fakhri Al Baraq juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam kepengurusan.
“Kami membutuhkan dukungan dari seluruh pihak. Dengan kebersamaan, insyaAllah setiap program dapat berjalan dan memberikan dampak nyata,” tuturnya
Dengan terpilihnya pasangan ini, diharapkan kepengurusan GPH Masa Amanah 2026–2027 mampu menghadirkan inovasi, memperkuat kedisiplinan, serta meningkatkan kontribusi santri dalam berbagai bidang.
Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa proses kaderisasi di lingkungan GPH terus berjalan dengan baik, melahirkan generasi yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan dengan penuh amanah.