MAKASSAR — Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BMH Sulawesi Selatan Tahun 2026 resmi digelar di Makassar, Sabtu (10/5/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Transformasi SDM dan Jaringan untuk Akselerasi BMH sebagai Lembaga Zakat Terdepan” ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus penguatan arah gerakan dakwah dan pelayanan umat.
Dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan, Ketua BMH Sulawesi Selatan, Muh. Khaeril, S.E., S.H., menyampaikan pesan reflektif tentang nilai penting dalam kehidupan. Ia mengutip pernyataan tokoh nasional Jusuf Kalla mengenai dua hal mendasar yang harus dijaga setiap manusia.

“Yang terpenting dalam hidup ini ada dua. Pertama, sehat secara jasmani dan rohani. Kedua, dipercaya,” ungkapnya di hadapan peserta Rakerwil.
Pernyataan tersebut disampaikan bukan sekadar motivasi, tetapi sebagai pengingat bahwa kerja-kerja pelayanan umat membutuhkan manusia-manusia yang kuat lahir batin dan memiliki integritas. Menurutnya, kesehatan jasmani dan rohani menjadi fondasi utama dalam menjalankan amanah dakwah dan kemanusiaan.
Sementara itu, kepercayaan dinilai sebagai modal terbesar dalam perjuangan lembaga zakat. Sebab, lembaga yang bergerak dalam pelayanan umat tidak hanya dituntut bekerja baik, tetapi juga menjaga amanah masyarakat dengan penuh tanggung jawab.
“Kepercayaan itu mahal. Sekali hilang, sulit untuk kembali. Karena itu, BMH harus terus menjaga integritas, profesionalitas, dan kedekatan dengan umat,” ujarnya.
Rakerwil BMH Sulsel tahun ini diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang adaptif, visioner, dan berintegritas, sekaligus memperkuat jaringan untuk melakukan akselerasi gerakan menuju LAZNAS terdepan dalam pelayanan umat, pemberdayaan, dan dakwah kemanusiaan.
DPD Hidayatullah Makassar turut menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pelaksanaan Rakerwil tersebut. Dukungan itu menjadi bentuk sinergi dalam memperkuat peran dakwah sosial dan pengelolaan zakat yang berdampak luas bagi masyarakat.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta Rakerwil akan membahas berbagai agenda strategis, mulai dari penguatan kelembagaan, evaluasi program, hingga arah kebijakan pelayanan dan pemberdayaan umat di Sulawesi Selatan.