Setelah beberapa kali pindah akhirnya pada tahun 1976, pusat pembinaan para santri Hidayatullah menempati lokasi di Gunung Tembak, Kalimantan Timur, bersamaan dengan diresmikannya Pesantren Hidayatullah di wilayah tersebut oleh Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. Mukti Ali. Pesantren seluas 120 hektar ini kemudian menjadi pusat kultur Hidayatullah.
Saat ini, di Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak telah berdiri Masjid Ar-Riyadh, gedung-gedung sekolah dan perguruan tinggi, aula pertemuan, kantor, guest house, dan perumahan warga, dilengkapi sarana umum serta lingkungan hijau yang ditata asri.
Tak heran bila pada tahun 1984, Presiden Soeharto menganugerahkan Kalpataru kepada pendiri Hidayatullah, KH Abdullah Said, karena beliau dinilai mampu mengubah kawasan kritis di Gunung Tembak menjadi lingkungan pesantren yang hijau dan asri.