Sabiqul Bil Khairat

Alhamdulillah tabarakallah.
Sejak kemarin sore hingga menjelang subuh tadi, para kader mujahid dakwah Hidayatullah dari 23 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan berkumpul di Kampus Utama Al Bayan Hidayatullah Makassar.

Mereka datang sebagai penerima mandat sejarah gerakan manhaji untuk menetapkan Grand desain gerakan manhaji lima tahun ke depan di Sulsel.

Momentum ini untuk mengkalibrasi ulang niat, menata program, dan meneguhkan profesionalisme organisasi. Tujuh rukun tertib organisasi dipadukan dengan ruh profetik enam jati diri Hidayatullah agar dakwah tidak sekadar berlari kencang di jalur yang benar, tapi juga mi’raj menembus Arasy.

Dalam tauziyah manhaji ba’da salat Subuh , Ketua DMW Sulsel ustad Abd. Majid mengingatkan para Musyawirin terkait kandungan Surah Fathir ayat 32.

Bahwa Al Qur’an sebagai kitab yang diwariskan kepada golongan
yang senantiasa berlomba dalam kebaikan dengan izin Allah.

Pesan trasendental ini terasa begitu hidup. Seolah kita sedang di ajak bercermin pada diri masing-masing:

Apakah kita sudah on the track pada jalur yang benar?

Usai menyerap tauji Manhaji, para musyawirin duduk santai di halaman paviliun KU Al Bayan.

Canda tawa pun mengalir, silaturahim terajut, secangkir kopi pahit menemani. Yaa kenapa mesti kopi tanpa gula?. Karena kopi memang bukan kolak. Ia pahit namun menyegarkan bikin hidup lebih hidup. Demikianlah jalan dakwah ini. Ia bukan rutinitas yang sekadar menggugurkan kewajiban. Ia menuntut kesungguhan, disiplin, dan keberanian untuk naik kelas, dari muqtashid menuju sabiqul bil khairat. Berlomba dalam kebaikan bukan soal ramai-ramai di awal, tapi istiqamah di jalan panjang.

Seperti menyesap kopi pahit menyuplai energi, membuncah adrenalin. Wallahualam.

Share Post Ini
Facebook
WhatsApp
Telegram
Related Post
Video

Info

Fitur ini sedang dalam pengembangan