Makassar — Ramadhan menjadi momentum terbaik untuk memperkuat ukhuwah dan meneguhkan sinergi dalam gerakan dakwah. Semangat itu tampak dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Sulawesi Selatan bersama Yayasan Al Islam Yaa Bunayya Hidayatullah Makassar, Sabtu (17/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Lukmanul Hakim, kompleks Yayasan Al Islam Yaa Bunayya Hidayatullah Makassar ini mengusung tema “Ramadhan, Eratkan Ukhuwah Menuju Yayasan Al Islam Yaa Bunayya Unggul dan Mandiri.”
Selain buka puasa bersama, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan berbagi paket untuk 15 DPC Hidayatullah se-Kota Makassar serta kebersamaan bersama para santri Tahfidz Al Islam.
Ketua DPD Hidayatullah Makassar, Dr. Irfan Yahya, M.Si, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pengelolaan amal usaha secara amanah dan profesional.
“Kita memiliki tujuh tertib organisasi dan enam jati diri. Amal usaha harus kita kelola secara profetik dan profesional,” tegasnya di hadapan para ketua DPC yang hadir.
Sosiolog yang juga dosen Universitas Hasanuddin ini turut mengajak seluruh DPC untuk memaksimalkan program unggulan Hidayatullah, yaitu Rumah Quran Hidayatullah (RQH).
“Untuk memaksimalkan program RQH, kita perlu terus berkolaborasi dengan Yayasan Al Islam sebagai pencetak guru Al-Qur’an, bersama BMH dan berbagai sumber daya yang ada,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BMH Sulawesi Selatan, Kadir, S.Pd.I., M.M., menyampaikan apresiasi atas sinergi yang selama ini terjalin antara BMH, DPD Hidayatullah, dan berbagai amal usaha di lingkungan Hidayatullah.
“Kolaborasi ini sangat membantu kami di BMH. Karena itu kolaborasi hendaknya terus dirawat dan ditingkatkan,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kekuatan doa, terlebih di bulan Ramadhan yang penuh keberkahan.
“Jangan pernah menganggap remeh doa, apalagi di bulan Ramadhan,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Yayasan Al Islam Yaa Bunayya yang baru, Syamsul, menyampaikan konsolidasi yayasan di hadapan para pengurus dan guru. Ia mengajak seluruh elemen yayasan untuk tetap optimis dalam membangun dan mengembangkan lembaga.
“Kita akan memperbaiki sistem, sarana, dan peningkatan SDM. Taman-taman akan kita rapikan. Perbaiki taman kita agar kupu-kupu datang,” ujarnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan tausiyah oleh Al Ustadz KH Drs. Ahkam Sumadiana, M.A. Dalam nasihatnya, Murobbi Nasional Hidayatullah tersebut mengajak seluruh hadirin untuk menjaga ukhuwah dan menghindari sikap saling merendahkan sesama.
Beliau mengutip pesan dalam Surah Al Hujurat tentang larangan bagi orang beriman untuk mengejek, mengolok, berprasangka buruk, dan mencari-cari kesalahan orang lain.
“Orang yang suka mengejek terkadang tidak lebih baik dari yang diejek. Bahkan bisa jadi yang diejek lebih baik daripada yang mengejek,” tuturnya.
Ia juga menjelaskan empat tahapan penting dalam memperkuat ukhuwah, yaitu ta’aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami), ta’awun (saling tolong-menolong), dan takaful (kerja sama).
“Semoga dengan ukhuwah yang kuat, kerja profesional Yayasan ini mampu mengantarkan menjadi lembaga yang unggul dan mandiri,” tutupnya.
Yayasan Al Islam Yaa Bunayya Hidayatullah Makassar merupakan salah satu amal usaha pendidikan di bawah DPD Hidayatullah Makassar yang bergerak di bidang pendidikan dan pembinaan generasi Qur’ani, sekaligus menjadi mitra BMH Sulawesi Selatan dalam berbagai program dakwah, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.