MAKASSAR — PD Mushida Makassar berkolaborasi dengan SMP 30 Makassar dalam kegiatan Pesantren Kilat (Peskil) yang berlangsung selama satu pekan di bulan Ramadhan. Mengusung tagline “Ramadhan Produktif” melalui program Mushida Goes to School bertema “Menebar Inspirasi, Menguatkan Generasi”, Mushida mengisi satu hari penuh dengan dua sesi materi utama.

Salah satu materi yang disampaikan adalah Fikih Media Sosial oleh Ketua PD Mushida Makassar, Ustadzah Waode Aisyah Agus Salim, Lc, pada Kamis (5/3/2026). Dalam pemaparannya, ia mengajak para siswi untuk bijak dalam menggunakan media sosial.
“Medsos harus menjadi sarana kebaikan. Bertutur kata yang baik di media sosial. Kita tunjukkan bahwa kita muslimah yang anggun akhlaknya dalam bermedia sosial,” ujarnya di hadapan sekitar 1.000 siswa-siswi yang mengikuti kegiatan tersebut.
Selain kajian Fikih Medsos, Mushida juga melibatkan santri SMA Tahfidz Putri Albayan Hidayatullah Makassar dalam program tahsin Al-Qur’an bagi siswi SMP 30. Kegiatan ini menjadi ajang praktik pembelajaran bagi para santri dalam mengajarkan Al-Qur’an sekaligus membantu perbaikan bacaan Al-Qur’an peserta didik selama Ramadhan.
Program tahsin tersebut menjadi bagian dari target kegiatan Pesantren Kilat, yakni mendorong capaian khatam Al-Qur’an, pembekalan akhlak, fikih ibadah, edukasi zakat, serta pembentukan karakter siswa.
Salah seorang peserta, Aurel, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. “Saya bisa paham bagaimana bersosial media dengan baik. Materi ini penting untuk generasi saat ini,” katanya.
Kepala SMP 30 Makassar, Hijriyah, menyampaikan bahwa kegiatan Pesantren Kilat di sekolahnya tidak hanya berfokus pada pembelajaran rohani bagi siswa Muslim, tetapi juga pembinaan karakter secara umum bagi seluruh peserta didik. Ia berharap kolaborasi kebaikan tersebut dapat terus berlanjut.
“Harapannya program kebaikan ini terus berlanjut ke depan. Kami membuka kemitraan dengan siapa saja untuk program-program kebaikan di sekolah ini,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa SMP 30 memiliki ekstrakurikuler Rohani Islam (Rohis) yang terbuka untuk bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk Pesantren Hidayatullah Makassar dan organisasi kemasyarakatan lainnya.
Maryam, perwakilan panitia, berharap ke depan semakin banyak ormas dan lembaga zakat yang terlibat dalam program Pesantren Kilat tersebut.
Melalui kolaborasi ini, Mushida dan SMP 30 Makassar menegaskan komitmen bersama dalam membina generasi yang berakhlak, berilmu, dan produktif di bulan suci Ramadhan.
*Abu Rifqoh