Makassar – Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Ikhtiar Kampus Universitas Hasanuddin menggelar Program Siraman Manis (Silaturahmi bersama Imam Palestina) di Masjid Ikhtiar Kampus Unhas Tamalanrea, Kamis, 26 Februari 2026.
Program tersebut merupakan rangkaian agenda Safari Ramadhan BMH Sulsel yang dilaksanakan di sejumlah titik di Sulawesi Selatan, di antaranya Makassar, Maros, dan Luwu Timur. Imam Palestina dijadwalkan mengisi kegiatan selama 10 hari pertama Ramadhan.
Kegiatan buka puasa bersama dan tausiyah itu dihadiri sekitar 1.000 mahasiswa dan mahasiswi Unhas serta sejumlah dosen. Suasana masjid tampak dipadati jamaah yang antusias mengikuti silaturahmi dan mendengarkan pesan-pesan keilmuan serta perjuangan dari tamu asal Palestina tersebut.

Ketua Panitia Ramadhan BMH Sulawesi Selatan, Rizki Da Costa, menyambut baik kolaborasi kegiatan tersebut. Ia berharap sinergi antara BMH dan pihak kampus terus terjalin.
“Semoga kegiatan ini memberi manfaat dan ke depan silaturahim antara BMH dan pihak Kampus Unhas, khususnya DKM Masjid Ikhtiar Kampus Unhas Tamalanrea, dapat terus berlanjut,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DKM Masjid Ikhtiar, Prof. Ir. H. Mansyur Hasbullah, M.Eng., menyampaikan apresiasi atas kehadiran tamu dari Palestina. Ia menegaskan bahwa umat Islam tidak boleh lelah menunjukkan kepedulian terhadap perjuangan saudara-saudara di Palestina.
Ia berharap kehadiran imam Palestina menjadi pemicu semangat mahasiswa untuk lebih giat menuntut ilmu dan mengambil spirit perjuangan Palestina dalam membangun bangsa, baik dari sisi ekonomi, politik, sains, maupun keilmuan lainnya.
“Semoga Program Siraman Manis ini menambah wawasan, menguatkan semangat menuntut ilmu, serta melahirkan generasi yang mampu membawa perubahan bagi bangsa ke depan,” katanya.
Dalam tausiyahnya, Syekh Ahmad Ibrahim Daud, pengajar Al-Qur’an dari negeri Syam, memberikan motivasi kepada mahasiswa agar menjadikan ilmu sebagai jalan meraih kemuliaan dunia dan akhirat. Ia mengingatkan bahwa derajat tinggi di sisi Allah diraih dengan ilmu dan takwa.
“Orang berilmu adalah orang yang takut kepada Allah. Tidak sama antara orang yang berilmu dan yang tidak berilmu. Kemuliaan diraih dengan ilmu dan ketakwaan,” tuturnya.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk menjaga ketakwaan di mana pun berada, termasuk di era modern dan penggunaan gawai, dengan menundukkan pandangan serta menjaga diri dari hal-hal yang tidak bermanfaat. Menurutnya, ihsan kepada Allah harus diwujudkan dengan kesadaran bahwa Allah senantiasa mengawasi setiap perbuatan, terlebih di bulan Ramadhan.
Syekh Ahmad turut mendorong mahasiswa untuk istiqamah membaca Al-Qur’an karena Al-Qur’an membawa ketenangan jiwa dan menjadi sumber kemuliaan. Ia mengingatkan pentingnya muhasabah sebelum beraktivitas, meluruskan niat dalam menuntut ilmu, serta menjaga shalat, khususnya Isya dan Subuh, yang nilainya setara dengan qiyamul lail semalam suntuk.
Selain itu, ia mengajak mahasiswa untuk tidak melupakan sedekah dan doa bagi sesama muslim, khususnya saudara di Palestina, terlebih pada waktu-waktu mustajab seperti saat berbuka puasa.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan ilmu para mahasiswa serta keselamatan dan kemerdekaan rakyat Palestina.